DUA GURU TERBAIK
Karya: Izza
“Ma,
Naila berangkat dulu ya,”
“Iya, hati-hati ya sayang…” timpal
mama.
*****
Sepeda kesayangan Naila pun sudah siap
menemani ke sekolah. Meskipun jarak rumah Naila cukup jauh dari sekolah,
perbekalan Naila pun tidak begitu banyak. Mama Naila hanya memberikan bekal
makan siang secukupnya serta camilan bergizi buatan rumah.
“Assalamualaikum, Ma,”
“Waalaikumussalam, Naila,” “jangan
lupa, bekalnya dimakan.”
“Iya, Mam.”
Seiring kicau burung beterbangan di
angkasa serta dedaunan yang menyambut Naila sepanjang perjalanan, semangat
Naila tidak pernah pudar untuk menimba ilmu. Sesekali Naila tersenyum tatkala
disapa maupun menyapa orang yang dikenalnya.
Tepat pukul 06.45 WIB, Naila tiba di
sekolah dengan aman dan nyaman. Naila menuju tempat parkir sepeda yang berada
di ujung sekolah dengan diarahkan satpam sekolah yang bernama pak Rifai.
“Assalamualaikum, Pak,” sapa Naila.
“Waalaikumussalam, Naila. Silakan
parkir di pojok ya.”
“Iya, Pak. Terima kasih.”
“Terima kasih kembali,” jawab pak
Rifai.
Krrrrriiiiiinnnnnggggggg
Bel pun bunyi. Naila bergegas masuk
kelas dan menempati kursi seperti biasa di samping Shafeea. Pelajaran hari ini
adalah PIB (Praktek Ibadah) dan Tematik. Pak Roki yang sedari tadi menjelaskan
materi Tematik dengan tema tumbuhan membuat Naila menjadi semringah. Bagaimana
tidak, tumbuhan yang berada di sekitar rumah Naila kurang terawat, jadi ketika
Pak Roki menjelaskan tentang tumbuhan dengan jenis dan perawatannya, Naila
semakin tau betapa Maha BesarNya Allah menciptakan tumbuhan bagi manusia yang
banyak manfaatnya.
Waktu istirahatpun tiba.
Naila mengeluarkan bekal makanan di
dalam tas warna merah muda yang dibawa hari ini. Karena tas warna biru yang
sepekan kemarin telah kotor karena debu menempel sepanjang perjalanan ke dan
dari sekolah.
“Hai Fea, yuk makan siang bareng aku
sekarang,” ajak Naila.
“Aku lagi ga enak makan Nai, pingin
jajan di kantin sekolah,” ujar Shafeea. “Kenapa murung begitu?” tanya Naila.
“Ibuku hanya mengasih uang jajan 2000 rupiah. Mana cukup uang segitu untuk beli
di kantin sekolah. Paling-paling dapat sosis 1. Sementara aku tidak membawa
bekal, karena aku tadi dibawain bekal oleh ibu aku ga mau,” seloroh Shafeea
menjelaskan panjang lebar.
“Ibumu benar, kalau kamu sering jajan
dan tanpa menyeleksi makanan yang kamu makan, maka akibatnya perut kamu sakit,
dan tidak bisa sekolah. Jadi, ibumu sayang kamu. Agar kamu tidak sakit kalau
jajan sembarangan.” “Begini saja, lebih baik kamu makan bersama aku saja.”
“Oke deh kalau seperti itu. Maaf ya
Nai,”
“Iya, gapapa. Lagian bekalku cukup kok
kalau kita makan bareng. Asli enak banget bikinan mamaku. Lain waktu, kamu
main-main ke rumahku ya.”
“Oke Nai,” jawab Shafeea.
Sembari menikmati makan berdua, bu Rina
berjalan menenteng tas hitamnya menyapa kami berdua. Sambil tersenyum, bu Rina
pun berujar, “Selamat menikmati Naila dan Shafeea. Jangan lupa ya, sebentar
lagi bel masuk akan bunyi. Makannya dipercepat ya,”
“Iya, Bu,” jawabku berbarengan dengan
Fea.
Tidak berselang lama, bel masuk pun
berdering kencang. Semua murid yang berada di luar kelas, berbondong-bondong
menuju kelas masing-masing.
Hari ini tanggal 25 November 2021 yang
bertepatan dengan Hari Guru Nasional 2021.
Bu Rina masuk kelas. Saatnya belajar
Bahasa Indonesia.
“Assalamualaikum anak-anakku….
Bagaimana kabarnya hari ini?”
“Waalaikumussalam…. Alhamdulillah
sehat, kuat dan semangat Bu,” serentak semua murid menjawab.
“Hari ini Ibu akan menjelaskan materi
tentang puisi,”
“Puisi adalah karya sastra yang berisi
tanggapan serta pendapat penyair mengenai berbagai hal. Pemikiran penyair ini
kemudian dituangkan dengan menggunakan bahasa-bahasa apik serta memiliki
struktur batin dan fisik khas penyair. Pemikiran penyair dituliskan dengan
menggunakan beragam pemilihan kata yang indah, sehingga dapat memikat para
pembaca. Puisi memiliki nilai estetika yang berbeda-beda bergantung penulis
puisi. Setiap penyair biasanya memiliki kekhasan dalam menulis puisinya.” ujar
bu Rani panjang lebar.
“Bagaimana, apakah kalian sudah paham?”
tanyanya. “Paham, Bu,” semua murid serentak menjawab.
“Oke, sekarang kalian membuat puisi
tentang hari guru ya. Hari ini tanggal 25 November 2021 adalah peringatan Hari
Guru Nasional 2021. Sebagai bentuk penghormatan kepada guru, Ibu kasih tugas
untuk membuat puisi. Sekarang kalian punya waktu kurang lebih lima belas menit.
Jangan lupa tidak perlu panjang dan yang terpenting adalah kalian bisa memilih
kosakata yang tepat untuk membuat puisi tersebut.”
“Siap Bu,” lagi-lagi semua murid
menjawab serentak.
Masya Allah
BalasHapusBagus banget cerpennya Mbak Izza
Ummah tunggu cerita selanjut
Good Job Mbak Izza
terima kasih Ummah
HapusMasya Allah..semangat mbak Izza😊
BalasHapusTerima kasih Ustadzah
Hapus