Senin, 21 April 2025

Membaca Arah Pergerakan Zaman, Perubahan Sebuah Keniscayaan

 Focus Group Discussion (FGD)

"Konsolidasi untuk Rejuvinasi Organisasi"

Malang, 22 April 2025



Ust. Dr. KH. Ali Imron, M.A.

"Membaca Arah Pergerakan Zaman

Perubahan Sebuah Keniscayaan"



• Ayat pertama turun adalah QS. Al Alaq (perintah ber Iqra/membaca)

• Memahami secara komprehensif dan memahamkan kepada orang lain

• Pemimpin sesekali melihat ke belakang untuk menjadi pedoman dalam melihat ke depan

• Setiap manusia menginginkan kesejahteraan di dunia, akhirat, dan selamat dari api neraka (doa sapu jagat)

• Kita adalah umat yang terbaik yang mana dalam memerintahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran

• Perubahan: apakah sebagai penentu atau penonton

• Masa depan kita adalah berawal dari kebergantungan diri sendiri bukan dari orang lain

• Membaca arah perubahan itu penting dan perubahan untuk umat

• Menakar kekuatan perubahan:

1. Kekuatan visi dan kepemimpinan

2. Pengetahuan yang cukup

3. Keberanian menanggung risiko

4. Konsisten dan sabar menjadi proses

Minggu, 13 April 2025

Tidak Menjadi Manusia yang Bangkrut di Akhirat

Halal bil Halal LPI Ar Rohmah Pesantren Hidayatullah Malang bersama Asatidz dan Santri




Taushiyah oleh Ust. M. Muhdi, M.Pd.
  • Libur telah usai dan saatnya untuk menata niat dalam menuntut ilmu
  • Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi seorang muslim dan muslimat
  • Dalam menuntut ilmu perlu keikhlasan
  • Ramadan momentum dalam meningkatkan ibadah (Tilawah Quran, Dzikir, Salat Malam, Sedekah) dan itu semua menjadikan sebuah kebiasaan dan kebutuhan bahkan kerinduan ketika tidak mengerjakan di luar Ramadan
  • Mengistiqomahkan ibadah Sunnah di luar Ramadan
  • Baik kepada Allah juga baik kepada sesama, agar di akhirat amal sholeh kita tidak terkurangi karena telah berbuat salah kepada hamba Allah sehingga menjadi bangkrut
  • Maka dalam halal bil halal ini, semua stakeholder LPI Ar Rohmah agar saling memaafkan
  • Namun, di tengah merayakan Idul Fitri di Indonesia (mudik dan silaturrahim) dengan nikmat dan lancar, saudara-saudara kita di Palestina masih merasakan kekejaman Israel. Maka, kita doakan dan sebagain rezeki, kita donasikan untuk mereka. Serta kita memboikot apa yang menjadi afiliasi produk dari Israel di Indonesia



Rabu, 09 April 2025

Menjadi Pendidik yang Menginspirasi

 Menjadi Pendidik yang Menginspirasi

Oleh: M. Syuhud, M.M. (Direktur Pendidikan LPI Ar Rohmah)



  • Islam pernah berjaya di zaman Kekhilafahan Turki Usmani dan menguasai 2/3 dunia karena Quran dan Sunnah dijalankan
  • Kita semua adalah guru, guru itu sejatinya adalah da'i
  • Dai adalah penyeru, penggerak, dan pemimpin
  • وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّن دَعَآ إِلَى ٱللَّهِ وَعَمِلَ صَٰلِحًا وَقَالَ إِنَّنِى مِنَ ٱلْمُسْلِمِينَ
  • Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?"
  • Sesuatu yang memberikan manfaat, akan menetap langgeng di muka bumi (
    خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ)
  • a teacher must be a good driver not passenger
أَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالْإِمَامُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى أَهْلِ بَيْتِ زَوْجِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ وَعَبْدُ الرَّجُلِ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ أَلَا فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ 

Why driver?
  • Melayani
  • Mengemudikan ke titik tertentu
  • Harus tahu jalan
  • Tidak boleh ngantuk apalagi tidur
  • Harus merawat kendaraan
Bagaimana prinsip seorang driver?
  1. Inisiatif : Bekerja tanpa ada yang menyuruh, risk taker, responsive
  2. Navigasi : tahu arah dan tahu tujuan
Oleh karenanya, drive yourself, drive your company, drive your organization, and drive your nation




Play to Win # Play to Not Lose

Winner is:
  1. Belajar dari kejadian masa lalu, gairah kerja keras di hari ini
  2. Tidak takut kalah, bahkan harus menang
  3. Melihat enaknya, senangnya, dan suksesnya
  4. Mencari solusi, bekerja melihat fakta
  5. Selalu dapat cara-cara baru yang lebih baik
  6. Bisa melihat jawaban dari setiap masalah
  7. Bagaimana mengatasi masalah
  8. Tidak mudah lupa karena selalu dipikirkan dan bertanggung jawab dengan proses dan hasil

Hikmah berkompetisi
  • Memompa energi dan adrenalin
  • Memacu kualitas
  • Sadar posisi diri dan evaluasi
  • Memacu prestasi
  • Selalu berlatih
  • Senantiasa menjaga performa terbaik


Menjadi Pendidik yang Menginspirasi



Dr. KH. Ali Imron, M.A.

"Syawal 1446H: Idul Fitri Kembali ke Dinul Islam, Jalan Meraih Kemenangan Hakiki"

  • Apa yang kita perjuangkan dalam menjalankan ibadah puasa untuk mendekatkan diri kepada Allah
  • Dengan berpuasa dapat menjaga semua hawa nafsu, salahsatunya godhul bashor
  • Hidup adalah amanah agar tidak salah sikap, salah langkah, dan sangka
Peran Utama Guru: Mendidik dan Menyiapkan Generasi yang Memahami Siapa Dirinya dan Peran Apa yang Harus Dijalankan di Masa yang Akan Datang


  • Sosok inspirator dalam perkembangan Islam di Indonesia, yakni Hadrotus Syaikh KH. Hasyim Asyari dan KH. Ahmad Dahlan
  • Merindukan Guru sebagai Murabbi yang mengajarkan kebaikan dengan Uswah, membimbing dengan kesabaran dan istiqomah di tengah ujian kehidupan
  • Pendidik yang baik adalah sebagai Guru Adab, Guru Pendamping, dan Guru Studi untuk membimbing seorang santri
  • Merindukan guru sebagai figur perubahan
هُوَ ٱلَّذِى بَعَثَ فِى ٱلْأُمِّيِّۦنَ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُوا۟ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتِهِۦ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَإِن كَانُوا۟ مِن قَبْلُ لَفِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ

Prinsip Hidup Guru Mujahid
  • Hidup adalah amanah 
  • Menjadi guru adalah panggilan dakwah
  • Lahirnya generasi mujahid adalah cita-cita tertinggi
  • Janji Allah pasti ditepati, kecukupan hidup pasti diraih
  • Ridho Allah harga mati



Tantangan Pendidikan Islam di Era Global
  • Terjadi distorsi penyelenggara pendidikan dari visi, misi, dan tujuan semula
  • Krisis SDM yang sanggup mengemban misi perjuangan
  • Sistem dan budaya lembaga pendidikan belum berpengaruh kuat terhadap pembentukan karakter keIslaman dan militansi santri
  • Masyarakat/walisantri beragam visi terhadap pendidikan anaknya
  • Arah dan kebijakan pemerintah terhadap pendidikan tidak jelas
Solusinya adalah
  1. Penegasan jatidiri sebagai lembaga dakwah dan jihad
  2. Perbaharui komitmen terhadap visi dan misi
  3. Pembinaan dan standarisasi SDM (kompetensi, komitmen, dan loyalitas)
  4. Perkuat sistem dan budaya kerja yang bermutu
  5. Perbaiki komunikasi pada stakholder

Jumat, 04 April 2025

Mudik Idul Fitri 1446H: Menyusuri Jalanan Demi Silaturrahim




Mudik Idul Fitri 1446 H: Menyusuri Jalanan Demi Silaturrahim

Setiap tahunnya, menjelang Idul Fitri, jutaan orang di Indonesia bersiap meninggalkan rutinitas kota (pekerjaan) demi satu tujuan mulia: mudik. Istilah "mudik" bukan sekadar kegiatan pulang kampung, namun telah menjadi bagian dari budaya dan identitas masyarakat Indonesia, khususnya umat Muslim, sebagai bentuk konkret dari upaya mempererat silaturrahim.

Secara bahasa, "mudik" berasal dari kata dalam bahasa Jawa "mulih dhisik" yang berarti "pulang sebentar". Namun ada juga pendapat lain yang menyebutkan bahwa "mudik" adalah akronim dari "menuju udik", di mana "udik" dalam bahasa Indonesia lama berarti kampung atau pedalaman. Seiring waktu, mudik berkembang menjadi tradisi yang lekat dengan momen Idul Fitri, yakni saat umat Muslim kembali ke akar mereka — bertemu orang tua, keluarga besar, serta sanak saudara dan handai taulan yang lama tak bersua.

Dalam ajaran Islam, silaturrahim memiliki kedudukan yang tinggi. Rasulullah SAW bersabda bahwa menyambung tali silaturrahim dapat memperpanjang umur dan melapangkan rezeki. Maka tak heran jika Idul Fitri menjadi momen yang ditunggu-tunggu untuk mempererat hubungan kekeluargaan yang mungkin renggang oleh jarak dan waktu.

Mudik bukan hanya soal pulang, tapi juga tentang menghidupkan kembali kenangan masa kecil, menyentuh hati orang tua yang rindu, serta menjalin kembali simpul-simpul kekerabatan yang mulai (longgar). Suasana hangat di rumah mbah Kakung (kakek), tawa bersama sepupu, hingga obrolan ringan di ruang tamu menjadi bagian dari silaturrahim yang menghidupkan kembali jiwa.

Tahun ini, penulis berkesempatan melakukan mudik dari Malang, Jawa Timur menuju Temanggung, Jawa Tengah. Jarak yang ditempuh sekitar 350 kilometer, namun bukan melalui jalur tol yang cepat dan lurus, melainkan jalur bawah — jalur yang lebih padat, berkelok, namun menyajikan pemandangan dan cerita yang tak ternilai.

Melewati kota demi kota seperti Kediri, Kertosono, Nganjuk, Ngawi hingga masuk wilayah Jawa Tengah melalui Sragen, Boyolali, Salatiga, bahkan melewati Bawen (Semarang) dan Magelang, perjalanan ini menjadi semacam nostalgia. Jalanan sempit yang penuh dengan truk, angkot, dan pedagang kaki lima justru menyuguhkan kehidupan yang lebih "hidup". Setiap perhentian menjadi kesempatan untuk berbincang dengan sesama pemudik, mencicipi makanan setempat, hingga menyerap kehangatan masyarakat desa yang menyambut hangat para perantau yang pulang.

Perjalanan ini memang melelahkan, namun setiap kilometer terasa bermakna ketika akhirnya tiba di halaman rumah orang tua (Kranggan, Temanggung) disambut dengan hangat.

Mudik adalah ritual sakral yang menggabungkan unsur tradisi, spiritualitas, dan kemanusiaan. Di tengah tantangan modern seperti kemacetan dan kelelahan perjalanan, semangat untuk pulang tetap berkobar karena dorongan untuk menjalin silaturrahim lebih besar daripada semua itu.

Idul Fitri 1446 H ini menjadi momentum untuk kembali — tidak hanya secara fisik ke kampung halaman, tapi juga kembali kepada nilai-nilai kekeluargaan, kebersamaan, dan kasih sayang. Dalam setiap langkah mudik, tersimpan doa-doa, rindu-rindu, dan harapan yang menyatu dalam perjalanan menuju rumah dan hati yang hangat.

Menjadikan Semua Hari Seperti Ramadan

 *_MENJADIKAN SEMUA HARI SEPERTI RAMADAN_*


Ramadhan berlalu jangan sampai kebiasaan baik yg biasa kita kerjakan di bulan Ramadhan juga ikut berlalu.

Cukuplah kita berpisa dengan Ramadhan, bukan dengan tilawah dan qiyamullail.

Karena seseorang yang Istiqomah untuk berpeluang Husnul Khatimah.

Syaikh Sulaiman bin salimullah ar-Ruhaily hafidzahullahu menukilkan perkataan sebagian ulama:

من جعل أيام حياته كأيام رمضان جعل الله له آخر حياته كالأعياد

"Barangsiapa yang menjadikan hari-hari hidupnya seperti hari-harinya saat bulan Ramadhan, maka Allah akan menjadikan akhir hidupnya seperti hari raya." (Fikih Muamalah Maliyah hal. 284)

Semoga Allah memberi kita taufiq dan keistiqomahan di atas ketaqwaan, Dan semoga Allah menutup usia kita dengan Husnul Khatimah.

Kamis, 03 April 2025

Menikmati Air Panas di Umbul Banyuroso Magelang

Mandi air panas di Cangar Malang?

Bukan, tapi Umbul Banyuroso Magelang.



Perjalanan dari Temanggung ke Magelang sore hari padat merayap. Hujan yang mengiringi sepanjang perjalanan menambah sahdu dan butuh tenaga ekstra. Bagaimana tidak, selain pemandangan yang terbatas karena hujan tidak kunjung henti, lampu penerangan jalan raya tidak begitu terang. Namun, dapat terobati ketika masuk gang yang terdapat petunjuk arah ke Umbul Banyuroso. Kelokan demi kelokan terlewati bahkan jalan sempit menuju lokasi pun dapat dilalui. Kanan kiri hamparan sawah, sungguh sangat menarik untuk dinikmati. Perjalanan kurang lebih satu jam, akhirnya tiba di lokasi pukul 18.15 WIB.



Berikut sekilas tentang Umbul Banyuroso


Pemandian Air Panas Umbul Banyu Roso Magelang untuk Wisata Keluarga

Pemandian air panas umbul banyu roso yang sedang hits dan banyak dicari tersebut terletak di Desa Sumberarum, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang. Keberadaan pemandian air panas tersebut, memberikan dampak positif bagi para warga dan para wisatawan.

Mengutip dari Jurnal Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian, Syarifah, dkk. (2021), air panas bumi yang muncul di Desa Sumberarum, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang dipercaya dapat menyembuhkan penyakit kulit.


Pemandian Air Panas Umbul Banyu Roso Magelang

Pemandian air panas umbul banyu roso magelang berawal dari salah seorang warga yang melakukan pengeboran sumur untuk perumahan.


Setelah selesai dibuat, ternyata air yang keluar bersuhu panas, sehingga dimanfaatkan untuk mengaliri kolam sebagai terapi kesehatan.

Selain itu, sebelah barat kolam renang pemandian air panas juga terdapat sumber air panas alami yang juga dimanfaatkan sebagai pemandian umum oleh warga setempat.

Terdapat cerita menarik dari pemandian air panas ini yang konon katanya berkaitan dengan penemuan Candi Barata dan pantai selatan. Hal ini juga yang menarik para wisatawan dari berbagai daerah untuk datang.

Salah satu primadona dari pemandian air panas ini adalah semburan air mancur yang keluar dari belalai patung gajah. Tekanan yang kuat dari semburan patung tersebut dapat memberikan sensasi seperti dipijat-pijat, sehingga sangat cocok menjadi tempat pelepas penat.


Untuk bisa menikmati wisata pemandian air panas umbul banyu roso lengkap dengan fasilitasnya, para pengunjung hanya perlu membayar tiket masuk dengan harga yang sangat murah, yaitu Rp10.000 per kepala dewasa, dan Rp7.000 untuk anak-anak.


Tak hanya bisa berenang air hangat, akan tetapi para wisatawan juga dapat mencoba untuk melakukan pengobatan. Karena pada dasarnya, berendam di air hangat juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.


Berikut adalah beberapa manfaat berendam di air panas:


1. Melancarkan Aliran Darah

Saat berendam dengan air hangat, jantung akan berdetak sedikit lebih cepat sehingga aliran darah ke seluruh tubuh akan lebih lancar.

2. Membersihkan Kulit

Air hangat dapat membuka pori-pori kulit, sehingga debu dan kotoran yang menempel dapat lebih mudah terangkat.


3. Mengurangi Nyeri

Berendam dengan air hangat dapat membantu mengurangi rasa nyeri, sehingga lebih nyaman beraktivitas.


4. Meningkatkan Kualitas Tidur

Air hangat dapat membuat pembuluh darah terbuka (vasodilatasi) dan memicu tubuh mengeluarkan endorphin, yang membuat perasaan nyaman dan senang, sehingga saat bangun tidur akan terasa lebih segar.


Baca juga: 4 Tempat Berendam Air Panas di Bandung untuk Relaksasi


Demikian adalah penjelasan mengenai pemandian air panas umbul banyu roso yang terdapat di Desa Sumberarum, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang. Tempat wisata ini sangat cocok untuk dikunjungi keluarga di akhir pekan untuk melepas penat.

Sumber: https://kumparan.com/jendela-dunia/pemandian-air-panas-umbul-banyu-roso-magelang-untuk-wisata-keluarga-21ZTHy4W8Ii

Sate Cak Salam

 



Lapar?

Hujan malas mau makan di mana?


Yuk nyate.


Jika Anda sedang mencari sate dengan cita rasa khas Madura di Kabupaten Temanggung, Sate Ayam & Sate Kambing Cak Salam adalah pilihan yang tepat. Penjualnya asli dari Madura, sehingga rasa autentik dari sate Madura benar-benar terjaga.


Terletak di Desa Sanggrahan, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung, warung sate ini buka setiap hari, bahkan pada malam hari Idul Fitri, memastikan para pelanggan tetap bisa menikmati kelezatan satenya kapan saja.

Istimewanya yakni potongan daging ayam yang empuk, dibakar dengan bumbu khas Madura yang meresap sempurna. Disajikan dengan bumbu kacang kental yang gurih dan sedikit manis, dipadukan dengan lontong atau nasi hangat. Selain itu, daging kambing muda yang lembut, tanpa bau prengus, dibakar dengan teknik khusus agar tetap juicy. Dihidangkan dengan bumbu kecap yang kaya akan irisan cabai, bawang merah, dan tomat segar, menciptakan perpaduan rasa yang menggoda. Terakhir, menggunakan arang pilihan untuk menghasilkan aroma bakaran yang menggugah selera.


Yang lebih penting yaitu, tidak perlu khawatir kehabisan sate di hari-hari spesial, karena Cak Salam tetap berjualan setiap hari, termasuk malam hari raya Idul Fitri.


Bagi pencinta kuliner sate, menikmati Sate Ayam dan Sate Kambing Cak Salam di Desa Sanggrahan akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan dan mengenyangkan.


Salam Kuliner Lokal

Selasa, 01 April 2025

Kranggan yang Menyenangkan



Sekilas destinasi dari salahsatu kabupaten yang ada di Jawa Tengah, yakni Kabupaten Temanggung. Saat ini kami sedang menikmati lebaran dan liburan di Kabupaten Temanggung, tepatnya di Kecamatan Kranggan. 

Kecamatan Kranggan di Kabupaten Temanggung menawarkan berbagai destinasi wisata alam yang memukau dan menyegarkan mata, selain dari perkebunan kopi dan tembakau yang sudah dikenal. Berikut beberapa tempat yang patut Anda kunjungi:​


Curug Grenjeng


Terletak di Dusun Mranggen, Desa Purwosari, Curug Grenjeng adalah air terjun setinggi sekitar 20 meter yang dikelilingi oleh hutan tropis lebat. Suara gemuruh air yang jatuh berpadu dengan kicauan burung menciptakan suasana damai. Perjalanan menuju lokasi ini cukup menantang, melalui jalan setapak berbatu dan menanjak, namun keindahan yang ditawarkan sepadan dengan usaha yang dikeluarkan.


Embung Abimanyu


Embung ini berada di Dusun Ngabeyan, Desa Ngropoh. Selain berfungsi sebagai penampungan air, Embung Abimanyu menawarkan pemandangan indah, terutama saat matahari terbit dan terbenam. Tempat ini juga sering menjadi lokasi lomba memancing, di mana peserta dapat membawa pulang hasil tangkapannya. Fasilitas yang tersedia meliputi tempat duduk, WC, area parkir, dan warung makan.


Taman Ratu Klanceng


Berlokasi di Dusun Kajeran, Desa Pendowo, taman ini merupakan pusat budidaya lebah klanceng. Pengunjung dapat belajar tentang proses budidaya lebah dan menikmati produk madu asli. Suasana taman yang asri dengan pepohonan rindang menjadikannya tempat yang cocok untuk rekreasi edukatif bersama keluarga.


Jembatan Gantung Klepu-Guntur


Desa Klepu menawarkan panorama alam yang menakjubkan dengan adanya Jembatan Gantung Klepu-Guntur. Jembatan ini menghubungkan dua desa dan memberikan pengalaman unik berjalan di atas sungai dengan pemandangan alam sekitar yang memesona.


Selain itu, Kecamatan Kranggan juga memiliki berbagai destinasi wisata religi dan budaya yang menambah kekayaan pengalaman wisata Anda. Keindahan alam yang masih alami, ditambah dengan keramahan penduduk setempat, menjadikan Kranggan destinasi yang layak untuk dijelajahi lebih dalam.


​kranggan.temanggungkab.go.id


Gen Zet, Gadget, dan Budget

 Generasi Z, Gadget, dan Budget: Antara Kebutuhan dan Kesadaran Sosial


Di era digital seperti sekarang, tidak bisa dipungkiri bahwa gadget telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan Generasi Z. Mereka tumbuh dalam lingkungan yang serba terkoneksi,

di mana informasi, hiburan, dan komunikasi berada dalam genggaman tangan. Namun, di tengah kemudahan yang ditawarkan teknologi, muncul fenomena yang kian terasa, terutama saat momen silaturrahmi seperti Idul Fitri: anak-anak muda lebih sibuk dengan ponsel mereka daripada berinteraksi dengan keluarga dan kerabat.


Generasi Z sangat akrab dengan teknologi sejak usia dini. Gadget bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga sarana hiburan, pembelajaran, hingga sumber penghasilan bagi sebagian dari mereka. Namun, batas antara kebutuhan dan ketergantungan menjadi semakin tipis. Ketika lebih banyak waktu dihabiskan untuk scrolling media sosial atau bermain game daripada bercakap-cakap dengan orang sekitar, pertanyaan pun muncul: Apakah ini kebutuhan atau justru ketergantungan?

Dalam konteks silaturrahmi Idul Fitri, pemandangan anak muda yang sibuk dengan layar mereka sering kali memicu kekhawatiran dari orang tua dan generasi yang lebih tua. Momen kebersamaan yang seharusnya menjadi ajang berbagi cerita, mengenang kenangan, dan mempererat hubungan, terkadang tergantikan oleh suasana sunyi akibat fokus berlebihan pada layar.

Keakraban Generasi Z dengan teknologi juga berdampak pada pola pengeluaran mereka. Gadget bukan lagi barang sekunder, melainkan sudah menjadi kebutuhan primer bagi sebagian besar dari mereka. Tren terbaru dalam dunia teknologi selalu menarik perhatian, mendorong mereka untuk terus memperbarui perangkat mereka, seringkali tanpa mempertimbangkan aspek keuangan secara matang.

Namun, di sisi lain, banyak pula dari mereka yang mulai sadar akan pentingnya mengelola keuangan dengan baik. Beberapa memilih untuk berinvestasi dalam perangkat yang benar-benar dibutuhkan, sementara yang lain mulai mencari cara untuk mendapatkan penghasilan dari dunia digital, seperti menjadi content creator, freelancer, atau menjalankan bisnis online. Dengan kata lain, gadget dapat menjadi investasi yang menguntungkan jika digunakan dengan bijak.

Menjaga Keseimbangan

Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tak terhindarkan. Namun, bagaimana kita menggunakannya adalah hal yang dapat dikendalikan. Untuk Generasi Z, menjaga keseimbangan antara dunia digital dan interaksi sosial secara langsung adalah tantangan tersendiri. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencapai keseimbangan tersebut:

• Tentukan Prioritas – Dalam momen-momen penting seperti silaturrahmi Idul Fitri, coba untuk lebih banyak berinteraksi dengan keluarga dan sanak saudara. Letakkan ponsel sejenak dan nikmati kebersamaan.

• Gunakan Gadget dengan Bijak – Manfaatkan teknologi untuk hal-hal yang bermanfaat, seperti belajar, bekerja, atau mengembangkan keterampilan, bukan sekadar untuk hiburan semata.

• Kelola Budget dengan Cermat – Jangan mudah tergiur dengan tren terbaru jika tidak benar-benar diperlukan. Pilih gadget sesuai kebutuhan dan sesuaikan dengan anggaran yang dimiliki.

• Batasi Penggunaan Media Sosial – Tentukan waktu khusus untuk bersosial media agar tidak mengganggu aktivitas sosial di dunia nyata.

• Bangun Kesadaran Sosial – Sadarilah bahwa interaksi langsung memiliki nilai yang tak tergantikan. Kebersamaan dengan keluarga dan teman-teman adalah investasi sosial yang berharga.

Teknologi seharusnya menjadi alat yang membantu kehidupan, bukan justru membuat kita terasing dari orang-orang di sekitar. Dengan kesadaran dan pengelolaan yang baik, Generasi Z dapat menikmati manfaat gadget tanpa harus kehilangan makna dari interaksi sosial yang sesungguhnya.

Di balik Badhan ada Obrolan, Ingatan, dan Makanan

 Di Balik Badhan (Lebaran) Ada Obrolan, Ingatan, dan Makanan


Lebaran bukan sekadar tentang kembali ke titik nol, tapi juga perjalanan yang membawa kita ke banyak momen berharga. Ada kebersamaan yang menghangatkan, ada kenangan yang mengusik, dan tentu saja ada hidangan yang selalu dirindukan.


Setiap Idul Fitri, kita selalu menantikan momen mudik. Perjalanan panjang melewati jalanan yang macet, bertemu dengan sesama pemudik yang memiliki tujuan sama—pulang ke kampung halaman. Di setiap perhentian, ada obrolan ringan dengan orang asing yang sering kali terasa akrab. Ada kelelahan yang bercampur semangat, karena setiap kilometer yang dilewati berarti semakin dekat dengan rumah.


Begitu tiba di rumah, pintu-pintu terbuka lebar, menyambut dengan senyum yang tak pernah berubah meski waktu terus berjalan. Saudara, tetangga, teman lama—semua berkumpul dalam satu suasana yang penuh kehangatan. Setiap tahun, obrolan di Hari Raya selalu berulang. Pertanyaan klasik seperti, “Kapan datang?” atau "Gimana di jalan?" kadang terasa klise, tapi tetap menjadi bagian dari tradisi. Namun, di balik tanya-jawab itu, ada perasaan rindu yang tersirat.


Lebaran juga menjadi waktu yang tepat untuk mengenang masa lalu. Ketika kita duduk di teras atau ruang tamu rumah, mengamati anak-anak kecil berlarian dengan baju baru, ingatan tentang masa kecil sendiri menyeruak. 


Kita ingat bagaimana dulu di kala kecil kita juga berlari-lari, mengumpulkan uang dari tangan-tangan yang menyodorkan salam tempel. Bahkan kita teringat bagaimana dulu menunggu giliran untuk mencium tangan orang yang lebih tua yang kini hanya bisa kukunjungi di pusara.


Suguhan yang Tak Tergantikan


Setiap rumah yang dikunjungi punya cerita yang diwakili oleh hidangannya. Ada ketupat sayur dengan opor ayam yang bumbunya khas, rendang daging empuk, kue kering berjejer rapi di toples, menanti untuk dicicipi. Setiap suapan membawa kenangan, rasa yang menghubungkan masa kini dengan masa lalu.


Lebaran bukan hanya tentang perayaan, tapi juga tentang perjalanan, obrolan, ingatan, dan suguhan. Setiap tahunnya, kisah ini selalu terulang, namun selalu memiliki warna yang berbeda. Dan di balik semua itu, ada satu hal yang tak pernah berubah: rasa syukur karena masih bisa berkumpul bersama orang-orang tersayang.



Yogyakarta bersama Keluarga Tercinta

Yogyakarta bersama Keluarga Tercinta Hari Selasa, 1 Juli 2025, adalah hari yang aku tunggu-tunggu sejak lama. Sejak seminggu sebelumnya (set...