Impianku Harapanku
Karya: Izza
Editor: Oz4N
Alhamdulillahilladzi ahyaana ba’da maa
amaatanaa wa ilaihin nushur. Terimakasih Yaa Allah pada hari ini aku
dibangunkan dalam keadaan sehat wal afiat dan penuh semangat. Sambil
menggerak-gerakkan badan, aku berusaha merapikan tempat tidur. Dari menata
sprei yang aku tarik sana tarik sini lalu menaruh bantal dan guling di tempat
seperti biasanya. Setelah selesai merapikan tempat tidur, aku meliuk-liukkan
badan dan menggeleng-gelengkan kepala sambil berdoa dalam hati semoga hari ini
lebih baik dan lebih menyenangkan. Waktu menunjukkan pukul 04:00 WIB, ini
artinya persiapan untuk sholat shubuh. Kulanjutkan berjalan menuju kamar mandi,
berniat buang air kecil, bersih-bersih anggota badan dan berwudhu. Bismillah
ini aku belajar disiplin dan berusaha istiqomah dalam beribadah. Semoga Allah
SWT memudahkan segala niat baik ini. Sambil menunggu sholat subuh, aku diminta
umi untuk mengulang hafalanku. Waktupun berlalu hingga tiba saatnya sholat
subuh. Aku melanjutkan aktifitasku di
pagi itu.
Ceritanya, saat itu aku duduk di kelas lima
sekolah dasar semester dua. Kata orangtuaku, aku mulai diminta memikirkan dan
merencanakan dalam memilih sekolah lanjutan setelah lulus dari SD nanti. Aku
sudah mantap untuk memilih sekolah lanjutan, yakni di SMP Ar-Rohmah Putri
“Boarding School”. Namun, menurut umi pada awalnya aku disuruh untuk memilih
sesuai dengan hati nuraniku. Meskipun aku juga tidak paham, sekolah mana yang
akan aku tuju. Bagiku, karena aku sekolah di SD Alam Ar-Rohmah, maka aku
memilih sekolah yang kukenal. Apalagi, setiap harinya aku melihat secara
langsung SMP Ar-Rohmah Putri. Sehingga sudah tidak memikirkan lagi, mau ke mana
sekolah lanjutan nanti.
Aku duduk di bangku SD kelas enam. Aku
di kelas 6A, yang mana kelasku khusus kelas tahfidz. Sehingga keseharianku
selain belajar akademik pada umumnya, aku juga menghafal dan mengulang hafalan
Quran. Ketika pulang sekolah, aku selalu masuk di dalam kampus SMP Ar-Rohmah
Putri, karena umiku bekerja di dalam kampus tersebut. Aku banyak tau, bagaimana
keseharian santriwati beraktivitas sejak pagi hingga siang bahkan sore hari.
Sejak hari Senin sampai Sabtu. Selain aktivitas keseharian, akupun mengetahui
di mana kelas, asrama, kantin, hingga tempat kolam renang. Apalagi di awal-awal
pandemi, aku pernah merasakan berenang di tempat tersebut. Posisinya ada di
bawah asrama bagian belakang. Airnya pun jernih dan tempatnya aman untuk
anak-anak.
Abi dan umi sudah mantap untuk
mendaftarkan aku di SMP Ar-Rohmah Putri. Awal bulan Agustus 2021, abi dan uami
mendaftarkanku di SMP Ar-Rohmah Putri. Baik dari uang pendaftaran hingga
mengisi link dan mengirim berkas secara online.
Pilihan abi dan umi yaitu di kelas tahfidz, dengan target hafalan 10 juz.
Dengan usaha dan ikhtiar yang dilakukan
abi dan umiku, ternyata membuahkan hasil bahwa aku mendapatkan panggilan untuk
mengikuti tes dan interview di sekolah lanjutan yang aku pilih. Hatiku senang
dan semangat untuk mengikuti tes.
Hari ini adalah hari yang spesial dan
sangat berbeda dari hari-hari biasanya. Hari yang sangat membahagiakan
sekaligus menegangkan buatku karena aku akan tes di sekolah SMP Ar-Rohmah Putri
1. Persiapan demi persiapan aku lakukan. Buku demi buku yang dibelikan abi,
baik buku olimpiade ataupun mata pelajaran sekolah dasarku kubuka kembali untuk
kupelajari. Hampir setiap hari umi selalu mengingatkanku untuk belajar dan
belajar. Khususnya Matematika dan Bahasa Indonesia. Menurutku pelajaran yang
hampir membuatku pusing untuk menjawab pertanyaan yang disajikan.
Perlahan-lahan kubuka kembali buku Matematikaku, hampir tidak pernah luput dari
coretan pensil mungilku. Bagaimana tidak, setiap kali mengerjakan soal latihan
di buku paket, goresan pensilku yang dibantu abi tidak pernah luput dari
angka-angka. Operasi hitung pecahan, kecepatan dan debit, skala, bangun ruang,
pengumpulan dan penyajian data kubaca dan kuhitung kembali. Siapa tahu, soal
yang muncul berkaitan dengan materi tersebut. Itu baru Matematika. Belum lagi
Bahasa Indonesia. Membaca dan memahami bacaan butuh ketelitian lebih mendalam.
Kata abi, kalau belajar Bahasa Indonesia, bukan seperti belajar Matematika yang
sudah pasti jawabannya. Karena, setiap kali membandingkan antara pilihan a, b,
c, dan d hampir semuanya mirip. Maka butuh ketelitian lagi. Entah mencocokkan
bacaan atau sekadar mengutip kata maupun kalimat. Selain itu aku juga diajari
abi bagaimana tips menjawab soal bahasa Indonesia. Kebetulan abiku guru Bahasa
Indonesia di SMP Ar-Rohmah. Sehingga membuatku sedikit terbantu untuk belajar
Bahasa Indonesia. Itulah manfaatnya punya abi guru…. hehehehehe
Selain mempelajari mata pelajaran
sesuai yang diujikan, aku diajari abi bagaimana cara menjawab pertanyaan ketika
wawancara. Kata abi, tidak perlu gugup dan panik. Namun apa daya, setelah tiba
waktu tes, ternyata yang diwawancarai hanya ortuku. Akupun merasa lega. Saat
umi ditelpon, bayangku adalah kapan tiba giliranku untuk diwawancarai. Eh….
Kata umi, cukup umi saja mbak, karena mbak hanya mengerjakan soal dan menghafal
sesuai ketentuan. “Alhamdulillah, mbak Izza setiap harinya belajar selalu
ditemani saya Usth. Kadang setor hafalan satu lembar dua lembar setelah
sholat,” jawab umiku disaat ditanya bagaimana keseharianku ketika di rumah
masalah menghafal Quran. Kini giliranku untuk menyetor hafalan dengan cara
direkam. Dua hari sebelum direkam, akupun menghafal Quran surat Yunus ayat 98
hingga ayat 106. Satu lembar jumlahnya. Alhamdulillah tiba saatnya direkam oleh
abi. Mataku ditutup dengan slayer. Abipun menuntunku untuk fokus dan menghadap
ke kamera. Beberapa kali abi memberhentikanku, karena sempat melompati kata.
Sehingga harus diulang lagi dari awal. Tanpa halangan, akupun menuntaskan
hafalan surat Yunus tersebut. Selanjutnya abi mengirimkan file hafalanku ke
link yang sudah disediakan oleh Artri (julukan SMP Ar-Roh Putri). Tes akademik
(Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA) sudah. Tes hafalan Quran surat Yunus
ayat 98-106 sudah. Tes tilawah sudah. Namun ada satu tes lagi yang menurutku
asing. Bahkan tidak kupahami sama sekali. Yakni tes minat dan bakat. Ternyata
kata abi, tes minat bakat itu sesuai apa yang ada di pikiran kita untuk
jawabannya. Jawabannya sesuai apa yang cocok bagi kita. Meskipun pilihan
jawabannya hampir-hampir mirip. Alhamdulillah, aku pun menuntaskannya meskipun
dibantu abi untuk menjawabnya. Karena memang membingungkan dan tidak kupahami.
Pagi pun sudah menjelang. Singkat kata
singkat cerita, aku bertanya kepada abi hasil tes. Hari yang kunantikan pun
tiba lagi, yakni pengumuman hasil seleksi PSB (Penerimaan Santri Baru) SMP
Ar-Rohmah Putri. Berikut adalah pengumumannya:
Tentang
HASIL TES SELEKSI PENERIMAAN SANTRI BARU YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM AR-ROHMAH
PUTRI TAHUN AJARAN 2022/2023
Menimbang
: Bahwa dalam rangka penerimaan santri baru YPI Ar-Rohmah Putri Malang, perlu
diadakan tes seleksi.
Mengingat
: Tes yang diadakan oleh panitia seleksi penerimaan santri baru tahun ajaran
2022/2023
Memperhatikan
: Hasil rapat ketua panitia tes seleksi penerimaan santri baru bersama tim
Pendidikan Menengah dan Dewan Yayasan YPI Ar-Rohmah Putri
MEMUTUSKAN
Menetapkan
:
Pertama
: Nama-nama yang terlampir dinyatakan DITERIMA
dalam tes seleksi penerimaan santri baru YPI Ar-Rohmah Putri Malang tahun
ajaran 2022/2023.
Kedua
: Keputusan ini disampaikan kepada orang tua dan peserta tes seleksi serta
kepada pihak yang berkepentingan untuk diketahui dan diperhatikan dengan
sebaik- baiknya
Ketiga
: Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, jika di kemudian hari terdapat
kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.
Keempat
: Keputusan panitia tidak dapat diganggu gugat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar