Selasa, 18 Oktober 2022

Impianku Harapanku

 Impianku Harapanku

Karya: Izza

Editor: Oz4N

Alhamdulillahilladzi ahyaana ba’da maa amaatanaa wa ilaihin nushur. Terimakasih Yaa Allah pada hari ini aku dibangunkan dalam keadaan sehat wal afiat dan penuh semangat. Sambil menggerak-gerakkan badan, aku berusaha merapikan tempat tidur. Dari menata sprei yang aku tarik sana tarik sini lalu menaruh bantal dan guling di tempat seperti biasanya. Setelah selesai merapikan tempat tidur, aku meliuk-liukkan badan dan menggeleng-gelengkan kepala sambil berdoa dalam hati semoga hari ini lebih baik dan lebih menyenangkan. Waktu menunjukkan pukul 04:00 WIB, ini artinya persiapan untuk sholat shubuh. Kulanjutkan berjalan menuju kamar mandi, berniat buang air kecil, bersih-bersih anggota badan dan berwudhu. Bismillah ini aku belajar disiplin dan berusaha istiqomah dalam beribadah. Semoga Allah SWT memudahkan segala niat baik ini. Sambil menunggu sholat subuh, aku diminta umi untuk mengulang hafalanku. Waktupun berlalu hingga tiba saatnya sholat subuh.  Aku melanjutkan aktifitasku di pagi itu.

Ceritanya, saat itu aku duduk di kelas lima sekolah dasar semester dua. Kata orangtuaku, aku mulai diminta memikirkan dan merencanakan dalam memilih sekolah lanjutan setelah lulus dari SD nanti. Aku sudah mantap untuk memilih sekolah lanjutan, yakni di SMP Ar-Rohmah Putri “Boarding School”. Namun, menurut umi pada awalnya aku disuruh untuk memilih sesuai dengan hati nuraniku. Meskipun aku juga tidak paham, sekolah mana yang akan aku tuju. Bagiku, karena aku sekolah di SD Alam Ar-Rohmah, maka aku memilih sekolah yang kukenal. Apalagi, setiap harinya aku melihat secara langsung SMP Ar-Rohmah Putri. Sehingga sudah tidak memikirkan lagi, mau ke mana sekolah lanjutan nanti.

Aku duduk di bangku SD kelas enam. Aku di kelas 6A, yang mana kelasku khusus kelas tahfidz. Sehingga keseharianku selain belajar akademik pada umumnya, aku juga menghafal dan mengulang hafalan Quran. Ketika pulang sekolah, aku selalu masuk di dalam kampus SMP Ar-Rohmah Putri, karena umiku bekerja di dalam kampus tersebut. Aku banyak tau, bagaimana keseharian santriwati beraktivitas sejak pagi hingga siang bahkan sore hari. Sejak hari Senin sampai Sabtu. Selain aktivitas keseharian, akupun mengetahui di mana kelas, asrama, kantin, hingga tempat kolam renang. Apalagi di awal-awal pandemi, aku pernah merasakan berenang di tempat tersebut. Posisinya ada di bawah asrama bagian belakang. Airnya pun jernih dan tempatnya aman untuk anak-anak.

Abi dan umi sudah mantap untuk mendaftarkan aku di SMP Ar-Rohmah Putri. Awal bulan Agustus 2021, abi dan uami mendaftarkanku di SMP Ar-Rohmah Putri. Baik dari uang pendaftaran hingga mengisi link dan mengirim berkas secara online. Pilihan abi dan umi yaitu di kelas tahfidz, dengan target hafalan 10 juz.

Dengan usaha dan ikhtiar yang dilakukan abi dan umiku, ternyata membuahkan hasil bahwa aku mendapatkan panggilan untuk mengikuti tes dan interview di sekolah lanjutan yang aku pilih. Hatiku senang dan semangat untuk mengikuti tes.

Hari ini adalah hari yang spesial dan sangat berbeda dari hari-hari biasanya. Hari yang sangat membahagiakan sekaligus menegangkan buatku karena aku akan tes di sekolah SMP Ar-Rohmah Putri 1. Persiapan demi persiapan aku lakukan. Buku demi buku yang dibelikan abi, baik buku olimpiade ataupun mata pelajaran sekolah dasarku kubuka kembali untuk kupelajari. Hampir setiap hari umi selalu mengingatkanku untuk belajar dan belajar. Khususnya Matematika dan Bahasa Indonesia. Menurutku pelajaran yang hampir membuatku pusing untuk menjawab pertanyaan yang disajikan. Perlahan-lahan kubuka kembali buku Matematikaku, hampir tidak pernah luput dari coretan pensil mungilku. Bagaimana tidak, setiap kali mengerjakan soal latihan di buku paket, goresan pensilku yang dibantu abi tidak pernah luput dari angka-angka. Operasi hitung pecahan, kecepatan dan debit, skala, bangun ruang, pengumpulan dan penyajian data kubaca dan kuhitung kembali. Siapa tahu, soal yang muncul berkaitan dengan materi tersebut. Itu baru Matematika. Belum lagi Bahasa Indonesia. Membaca dan memahami bacaan butuh ketelitian lebih mendalam. Kata abi, kalau belajar Bahasa Indonesia, bukan seperti belajar Matematika yang sudah pasti jawabannya. Karena, setiap kali membandingkan antara pilihan a, b, c, dan d hampir semuanya mirip. Maka butuh ketelitian lagi. Entah mencocokkan bacaan atau sekadar mengutip kata maupun kalimat. Selain itu aku juga diajari abi bagaimana tips menjawab soal bahasa Indonesia. Kebetulan abiku guru Bahasa Indonesia di SMP Ar-Rohmah. Sehingga membuatku sedikit terbantu untuk belajar Bahasa Indonesia. Itulah manfaatnya punya abi guru…. hehehehehe

Selain mempelajari mata pelajaran sesuai yang diujikan, aku diajari abi bagaimana cara menjawab pertanyaan ketika wawancara. Kata abi, tidak perlu gugup dan panik. Namun apa daya, setelah tiba waktu tes, ternyata yang diwawancarai hanya ortuku. Akupun merasa lega. Saat umi ditelpon, bayangku adalah kapan tiba giliranku untuk diwawancarai. Eh…. Kata umi, cukup umi saja mbak, karena mbak hanya mengerjakan soal dan menghafal sesuai ketentuan. “Alhamdulillah, mbak Izza setiap harinya belajar selalu ditemani saya Usth. Kadang setor hafalan satu lembar dua lembar setelah sholat,” jawab umiku disaat ditanya bagaimana keseharianku ketika di rumah masalah menghafal Quran. Kini giliranku untuk menyetor hafalan dengan cara direkam. Dua hari sebelum direkam, akupun menghafal Quran surat Yunus ayat 98 hingga ayat 106. Satu lembar jumlahnya. Alhamdulillah tiba saatnya direkam oleh abi. Mataku ditutup dengan slayer. Abipun menuntunku untuk fokus dan menghadap ke kamera. Beberapa kali abi memberhentikanku, karena sempat melompati kata. Sehingga harus diulang lagi dari awal. Tanpa halangan, akupun menuntaskan hafalan surat Yunus tersebut. Selanjutnya abi mengirimkan file hafalanku ke link yang sudah disediakan oleh Artri (julukan SMP Ar-Roh Putri). Tes akademik (Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA) sudah. Tes hafalan Quran surat Yunus ayat 98-106 sudah. Tes tilawah sudah. Namun ada satu tes lagi yang menurutku asing. Bahkan tidak kupahami sama sekali. Yakni tes minat dan bakat. Ternyata kata abi, tes minat bakat itu sesuai apa yang ada di pikiran kita untuk jawabannya. Jawabannya sesuai apa yang cocok bagi kita. Meskipun pilihan jawabannya hampir-hampir mirip. Alhamdulillah, aku pun menuntaskannya meskipun dibantu abi untuk menjawabnya. Karena memang membingungkan dan tidak kupahami.

Pagi pun sudah menjelang. Singkat kata singkat cerita, aku bertanya kepada abi hasil tes. Hari yang kunantikan pun tiba lagi, yakni pengumuman hasil seleksi PSB (Penerimaan Santri Baru) SMP Ar-Rohmah Putri. Berikut adalah pengumumannya:

Tentang HASIL TES SELEKSI PENERIMAAN SANTRI BARU YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM AR-ROHMAH PUTRI TAHUN AJARAN 2022/2023

Menimbang : Bahwa dalam rangka penerimaan santri baru YPI Ar-Rohmah Putri Malang, perlu diadakan tes seleksi.

Mengingat : Tes yang diadakan oleh panitia seleksi penerimaan santri baru tahun ajaran 2022/2023

Memperhatikan : Hasil rapat ketua panitia tes seleksi penerimaan santri baru bersama tim Pendidikan Menengah dan Dewan Yayasan YPI Ar-Rohmah Putri

MEMUTUSKAN

Menetapkan :

Pertama : Nama-nama yang terlampir dinyatakan DITERIMA dalam tes seleksi penerimaan santri baru YPI Ar-Rohmah Putri Malang tahun ajaran 2022/2023.

Kedua : Keputusan ini disampaikan kepada orang tua dan peserta tes seleksi serta kepada pihak yang berkepentingan untuk diketahui dan diperhatikan dengan sebaik- baiknya

Ketiga : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, jika di kemudian hari terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.

Keempat : Keputusan panitia tidak dapat diganggu gugat.

Alhamdulillah dari sekian halaman yang ada, namaku tercantum. Akupun sangat senang. Sesuai pilihan abi dan umi, aku diterima di program tahfidz. Itu adalah momen terindah, aku diterima sebagai santriwati SMP Ar-Rohmah Putri program Tahfidz. Semoga apa yang kucita-citakan, serta yang diharapkan abi dan umi dapat terwujud di masa depan. Aku ingin menjadi hafidz Quran serta berprestasi di akademik. Cita-cita menjadi dokter yang hafidz Quran. Ya Allah mudahkanlah aku untuk menuntut ilmu dan menghafal Quran. Aamin yaa Robbal alamiin. Terima kasih abi, umi, adik, dan keluarga besarku di Surabaya dan Temanggung. I Love You all.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yogyakarta bersama Keluarga Tercinta

Yogyakarta bersama Keluarga Tercinta Hari Selasa, 1 Juli 2025, adalah hari yang aku tunggu-tunggu sejak lama. Sejak seminggu sebelumnya (set...