Sekolah para
“Penggubah Dunia”
Pendidikan
adalah senjata utama untuk memecahkan hampir semua yang kita hadapi di
kehidupan sehari-hari. Mengutip ungkapkan populer Nelson Mandela; Education is
the most powerful weapon which you can use to change the world (pendidikan
adalah senjata paling hebat yang kamu dapat gunakan untuk mengubah dunia).
Saat ini
terbukti perubahan sekolah pada abad 21 menghadapi tantangan yang lebih
kompleks dengan berkembangnya teknologi informasi. Tuntutan perubahan dunia
yang begitu dinamis mendorong semua element harus mampu beradaptasi sesuai
perkembangan zaman. Jadi apa yang harus kita lakukan demi meningkatkan kualitas
generasi muda yang unggul? Apa yang harus dilakukan sekolah untuk menghadapi
perkembangan zaman?
Pada sebuah
rapat kerja LPI Ar-Rohmah Pesantren Hidayatullah Malang, Pembina LPI Ar-Rohmah
Ust. DR. KH. Ali Imron, M.Ag. mengatakan bahwa jika sekolah ini menjadi
penggubah dunia, maka setidaknya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a.
Santri memiliki passion yang kuat “Change the World”
Bagi
kalangan yang belum memahami bagaimana peran serta seorang santri bagi Negara
ini, maka jika ingin menyekolahkan anaknya maka akan disekolahkan di sekolah
negeri. Anggapan bahwa, apabila anaknya dimasukkan ke pesantren, maka yang
terjadi adalah tidak berkembangnya pemikiran pada anaknya. Inilah stigma yang
selama ini jika hanya pesantren sebagai tempat yang kolot. Perlu diketahui
bahwa, para pemimpin negeri ini yang sukses menjalankan roda kepemimpinannya,
maka akan kita temui bahwa santri sangat berperan bagi negeri ini bahkan untuk
dunia. Oleh karena itu, menjadikan santri memiliki passion yang kuat. Yang ada dalam pikiran dan hati mereka, selain mempelajari
kitab dan buku yang ada di pesantren, yakni bagaimana bias merubah dunia
menjadi lebih baik.
Gairah
ini perlu disikapi dan diimplementasikan dalam jiwa santri, tidak mungkin
mereka akan menjadi seorang pemimpin, apabila di dalam pikiran dan hati mereka
tidak ada semangat untuk menjadi seorang pemimpin. Mereka ditempa 24 jam dalam
sebuah kegiatan menjauhkan mereka dari hal-hal yang kurang bermanfaat. Setiap
pagi sebelum shubuh, dibangunkan untuk menunaikan sholat malam sebagai ikhtiar
jalan satu-satunya untuk mencurahkan persoalan dan mencari jalan solusi adalah
kepada Allah. Dilanjutkan dengan sholat shubuh, ngaji, persiapan sekolah,
hingga malam pun masih penuh dengan kegiatan. Jadi, pesantren adalah tempat
solusi mencetak seorang santri untuk merubah dunia.
b.
Mereka (santri) sekolah untuk mengasah rasa ingin
tahu, merangsang imajinasi, dan berolah kreativitas, dan daya cipa
Ketika
santri sudah merasakan bagaimana sudah mencurahkan segala persoalan kepada
Allah, maka mereka akan merasakan bagaimana santri diasah untuk memiliki rasa
ingin tahu. Apa hakikat sebenarnya belajar di sebuah pesantren? Apa
keuntungannya tinggal di pesantren? Pertanyaan-pertanyaan ini muncul ketika
pertama kali santri menginjakkan kaki di pesantren. Bayangan mereka, apabila
tinggal di pesantren, maka yang terjadi adalah tempat tinggal yang kumuh,
jorok, bahkan gatalan. Namun, ketika merasakan dan mengetahui sudut demi sudut
yang ada di LPI Ar-Rohmah Pesantren Hidayatullah Malang, mereka merasakan betul
bagaimana tatanan setiap sudut sangat diperhatikan. Selain itu, pergaulan yang
ada di pesantren dengan beragam latar belakang santri dari berbagai daerah,
membuat jiwa santri memiliki rasa ingin tahu seperti apa teman saya, guru saya,
ustadz saya, dan lain sebagainya.
Ketika
di rumah, segala aktivitas bahkan mungkin fasilitas sangat mendukung, tetapi
yang dihadapi saat ini ketika masuk pesantren, semua fasilitas yang ada di
rumah tidak dijumpainya, maka timbullah rasa kreativitas, imajinasi, dan daya
cipta yang tinggi dari seorang santri. Oleh karenanya, fasilitas yang terbatas
tidak menjadikan alasan untuk menciptakan kreativitas. Santri yang kreatif,
cerdas, dan berdaya cipta tinggi, tidak menjadikan fasilitas sebagai tolok
ukur. Justru, yang ada di benak seorang santri adalah bagaimana dengan kegiatan
yang padat serta fasilitas yang ada menjadikan daya piker menjadi berkembang,
maju, dan bervisioner ke depan. Sehingga, diharapkan kelak mereka ketika tiba
saatnya untuk terjun ke masyarakat menjadi orang yang bermanfaat bagi sekitarnya.
c.
Sekolah tidak tercerabut dari lingkungan
masyarakatnya, santri bukan enclave tetapi mereka hadir untuk menjadi solusi
bagi persoalan riil masyarakatnya
Setelah
memiliki passion yang kuat yakni
santri penggubah dunia, serta memiliki daya cipta, imajinasi, dan kreativitas
yang tinggi, maka ketika dihadapkan sebuah permasalahan yang terjadi di
masyarakat, santri sudah memiliki bekal yang kuat dan tahan banting bahkan ia
menjadi problem solver di masyarakat. Tidak hanya sebagai pelengkap
atau objek di masyarakat, tetapi santri memiliki solusi yang tepat, hebat,
serta jitu ketika dihadapkan persoalan-persoalan.
Inilah pentingnya pendidikan di
pesantren. Wadah terbaik untuk mengasah dan mendidik santri sesuai arahan visi
yang ada di Ar-Rohmah. Santri tidak lagi terganggu dengan kegiatan yang sepadan
dengan kegiatan pemuda pada umumnya, tetapi disibukkan dengan kegiatan yang
positif dan bermanfaat. Santri tidak terkontaminasi hal-hal yang tidak baik,
tetapi santri mendapatkan asupan yang bergizi berupa didikan mental yang kuat,
spiritualitas yang hebat, asah kepekaan yang tinggi serta kreativitas yang
cemerlang di tempat yang serba terbatas. Hadirnya santri sebagai problem solver
di masyarakat, diharapkan sebagai pengubah wajah masyarakat yang semakin jauh
dari nilai-nilai Islam, maka kehadiran santri adalah bagaikan oase di padang
pasir.
Semoga santri SMP-SMA Ar-Rohmah
Pesantren Hidayatullah Malang, hadir di tengah-tengah masyarakat sebagai
pembawa penawar kebaikan di sekitarnya. Kehadiran santri Ar-Rohmah adalah
menjadikan solusi jitu, acuan serta harapan bangsa dan Negara. (Ozan)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar