Selasa, 04 Agustus 2020

Menggores Masa Depan dengan Tulisan

Menggores Masa Depan dengan Tulisan


Merencanakan masa depan berbasis “Al Qur’an”

Konsep masa depan seperti yang terdapat pada Al Quran, hendaknya memperhatikan apa yang telah diperbuat pada masa yang telah lalu untuk merencanakan hari esok (masa depan). Sebagaimana termaktub dalam Al Quran surat Al Hasyr ayat 18,  yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Dari ayat di atas dijelaskan bahwa hal yang utama yakni seorang hamba diminta untuk bertakwa kepada Allah. Menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya dengan berbagai konsekwensinya. Perintah bertakwa kepada Allah ini menjadi perhatian pertama bagi seorang hamba. Ketika sudah mengikrarkan diri dengan meyakini bahwa Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa, menciptakan segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi, maka syarat berikutnya yakni menjalankan apapun yang diperintahkan Allah di dalam Al Quran, maupun yang telah diajarkan Rasulullah SAW dengan mengikuti sunnah-sunnahnya.

Melalui berbagai dalil dan bukti empirik pada diri Sahabat Nabi Muhammad SAW, diketahui tujuan utama Islam adalah rahmatan lil alamiin (rahmat bagi seluruh alam) dan kaffatan linnas (untuk seluruh manusia). Kedua misi besar itu hanya bisa dicapai dengan adanya individu-individu berakhlaq mulia. Pribadi penuh pesona, punya daya pikat serta daya undang yang luar biasa hebat, hanya bisa dicapai dengan cara memahami dan mengamalkan Al Quran. Itulah yang diperagakan para Sahabat dahulu. Maka, hanya orang-orang tertentu, individu-individu yang mulia, ketika merenanakan sesuatu selalu berlandaskan dan berbasis pada Al Quran. Segala rancangan, tahap, bahkan tujuan, dan endingnya selalu berlandaskan pada Al Quran. Tidak dipungkiri, kehidupannya selalu berlandaskan pada apa yang telah digariskan Allah sesuai tuntunan di dalam Al Quran.

Perlu diketahui bersama bahwa, banyak nilai-nilai dalam Al Quran yang belum diangkat ke permukaan, sebagai resep-resep paling mujarab dalam membentuk kepribadian manusia. Sebagai solusi terbaik dalam kehidupan sosial bermasyarakat dan bernegara. Implementasi nilai-nilai Al Quran yang diharap adalah bisa melahirkan sosok yang jujur dan bertanggungjawab, di dalam menjalankan amanah yang diberikan sehingga ia mampu memberikan sebuah solusi untuk rancangan masa depan yang lebih baik.

Al Quran dapat Memberikan Motivasi dan Semangat Hidup

Motivasi berasal dari bahasa Inggris “motion” artinya gerakan atau sesuatu yang bergerak. Motivasi secara umum adalah rangsangan atau dorongan/pembangkit yang membuat manusia melakukan sesuatu. Motivasi bisa hadir melalui berbagai cara, bisa melalui diri sendiri, orang lain, maupun objek-objek tertentu.

Motivasi memiliki pengaruh yang kuat bagi seseorang untuk melalukan sesuatu atau memberikan semangat yang selalu berhasil membuat keadaan seseorang menjadi lebih baik. Tanpa sadar, setiap orang membutuhkan motivasi dan memiliki harapan baru berkat motivasi tersebut. Dengan kekuatan motivasi, suasana hati dan perilaku seseorang bisa berubah ke arah yang lebih positif. Seakan-akan telah menemukan bahkan mendapatkan energi positif dari dalam diri dan direalisasikan dalam suatu perubahan perilaku yang produktif.

Alhasil, jika kamu ingin mendapatkan motivasi untuk diri sendiri, orang lain, ataupun yang lain, kita bisa mendapatkannya melalui ayat-ayat Al Quran yang kit abaca. Firman-firman Allah yang tertulis dalam Al Quran bisa kita jadikan motivasi hidup. Ada beberapa ayat Al Quran yang bisa kita jadikan rujukan untuk bisa membangkitkan motivasi hidup, diantaranya Al Quran surat Al Baqarah ayat 216 yang artinya “Dan boleh jadi kamu membenci sesuatu tetapi ia baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu tetapi ia buruk bagimu, dan Allah mengetahui dan kamu tidak mengetahui.” Ada juga di surat Al Baqarah ayat 286, yang artinya “Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” Pada ayat ini memberikan penjelasan singkat dan padat bahwasanya ketika kita mendapatkan musibah, Allah tidak menurunkan suatu ujian atau cobaan kepada hamba-Nya melainkan karena hamba tersebut mampu untuk menanggungnya.

Adapun di surat yang lainnya, terdapat di surat Ath Thoriq ayat 2-3, yang artinya “Barangsiapa bertakwa kepada Allah maka Dia akan menjadikan jalan keluar baginya dan memberinya rizki dari jalan yang tidak ia sangka, dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah maka cukuplah Allah baginya. Sesungguhnya Allah melaksanakan kehendak-Nya, Dia telah menjadikan untuk setiap sesuatu kadarnya.” Melalui ayat ini, Allah akan menjanjikan kepada hamba-Nya bahwa ketika ia bertakwa, maka apapun kesulitan yang dihadapi akan ada jalan keluar. Sesulit persoalan apapun yang menimpanya, apabila ia bertakwa, maka solusi sudah ada di depan mata. Selain itu, ketika solusi dan jalan keluar sudah ada di depan mata, Allah sudah menyediakan rizki bagi hamba yang bertakwa. Rizki tidak hanya berupa materi atau seringkali kita menyebut uang, tetapi yang namanya rizki bisa jadi keluarga yang kita bangun selalu harmonis, anak menjadi enak dipandang (qurrota ‘ayun), atau keluarga kita dalam kondisi sehat wal afiat.

Motivasi-motivasi yang sebenarnya riil untuk kita nikmati bahkan yang sangat kita butuhkan sebenarnya bukan hanya untaian kata demi kata, kalimat demi kalimat, atau berjam-jam kita duduk mendengarkan para motivator berbicara di depan kita, tetapi motivasi yang terbukti ampuh bahkan berdampak kepada masa depan kita bukan hanya di dunia yakni di akhirat, adalah huruf demi huruf, kata demi kata, dan ayat demi ayat yang terdapat di dalam Al Quran. Jadi, sebagai orang yang beriman, sudah pantas dan layak jika ingin mendapatkan dorongan dan motivasi yang terbaik adalah selalu membaca, mendalami, dan mengamalkan Al Quran.

Namun itu semua tidak cukup untuk dipelajari sendiri, apabila tidak mampu mengerti, bahkan mendalami semua ayat yang ada di dalam Al Quran. Seorang yang ahli, bisa juga seorang ustadz, kiyai, ulama, bahkan kita membaca tafsirnya sebagai jalan dalam mendalami dan mengerti lebih jauh bacaan, arti, dan makna dalam Al Quran. Oleh karena itu, perlu adanya belajar Al Quran dengan orang yang memahami dan mengerti AL Quran. Mendatangi majelis Quran, menghadiri kajian Al Quran adalah salahsatu untuk mendapatkan motivasi dan dorongan hidup dalam keseharian kita. Inilah keajaiban Al Quran. Kitab penyempurna di antara kitab-kitab yang pernah diturunkan kepada para nabi-Nya.

 


 

Iqra’

Di dalam Al Quran terdapat sebuah surat yang menganjurkan kita untuk selalu mendalami keagungan Allah. Dalam hal ini bagaimana Allah menciptakan manusia, yang berasal dari segumpal darah. Ayat pertama yang diturunkan Allah kepada nabi Muhammad ketika berada di goa hiro’. Yakni surat Al Alaq.

 

ٱقۡرَأۡ بِٱسۡمِ رَبِّكَ ٱلَّذِي خَلَقَ  ١  خَلَقَ ٱلۡإِنسَٰنَ مِنۡ عَلَقٍ  ٢  ٱقۡرَأۡ وَرَبُّكَ ٱلۡأَكۡرَمُ  ٣  ٱلَّذِي عَلَّمَ بِٱلۡقَلَمِ  ٤ 

عَلَّمَ ٱلۡإِنسَٰنَ مَا لَمۡ يَعۡلَمۡ  ٥

ٱقۡرَأۡ بِٱسۡمِ رَبِّكَ ٱلَّذِي خَلَقَ خَلَقَ ٱلۡإِنسَٰنَ مِنۡ عَلَقٍ ٱقۡرَأۡ وَرَبُّكَ ٱلۡأَكۡرَمُ ٱلَّذِي عَلَّمَ بِٱلۡقَلَمِ عَلَّمَ ٱلۡإِنسَٰنَ مَا لَمۡ يَعۡلَمۡ 

 

Artinya,

1.    Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,

2.    Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

3.    Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,

4.    Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,

5.    Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

Dari ayat di atas, dijelaskan bahwa Allah sebagai Kholiq sang Pencipta, menciptakan manusia dari segumpal darah. Ini menandakan bahwa Allah sangat berkuasa. Tidak ada yang bisa melebihiNya. Selain itu, Allah mengajarkan kepada hambaNya yang mana hamba tersebut tidak mampu sama sekali atas apa yang terjadi di dunia ini.

Selain kita diperintahkan untuk membaca, kita diperintahkan untuk tidak menyombongkan diri. Karena sebagaimana ayat di atas, kita tidak tahu sama sekali alias buta ketika kita lahir di bumi. Kesombongan dan merasa bangga diri, tidak seharusnya dimiliki oleh manusia. Sungguh, ilmu Allah sangat luas dan tidak ada yang menandingi.

Goresan tulisan merubah masa depan

Setelah kita mempelajari satu demi satu apa yang sudah dijelaskan di dalam Al Quran, dari penjelasan tulisan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa, Allah yang Maha Kuasa yang bisa merubah segalnya. Masa depa yang ada akan terjadi, belum tentu dapat kita rasakan bahkan kita nikmati tatkala Allah sudah berkehendak untuk memanggil hambaNya. Maka, manusia hanya berhak merencanakan dan Allah yang menentukan.

Ketika masa depan yang akan terjadi belum bisa kita nikmati, maka tugas manusia adalah merencanakan dan mengatur strategi langkah apa yang harus dilakukan manusia ke depannya. Bagaimana ketika kita masih tahap belajar di jenjang dasar, yakni di Taman Kanak-kanan (TK) dan Sekolah Dasar (SD), seringkali guru kita menanyakan ‘apa cita-cita kalian di masa depan?’ banyak di antara para murid menjawab dengan lantang dan penuh percaya diri, “saya mau menjadi polisi”, “saya mau menjadi dokter”, “saya mau menjadi pilot”, dan sebagainya. Dari jawaban yang polos tersebut, dapat ditarik kesimpulan, ternyata sejak kecil kita sudah mempunyai gambaran apa yang akan kita inginkan ke depannya. Hal ini dilatarbelakangi oleh apa yang terjadi di sekelilingnya. Maka tidak heran, apa yang dilihat sebagai gambaran orang sukses, ia jawab dengan percaya diri, suatu saat ia akan menjadi seperti dia.

Tidak hanya apa yang dilihat sebenarnya jika ia ingin menjadi orang sukses di masa depannya. Lewat tulisanpun kita mampu menjadi orang sukses, bahkan mampu merubah dunia dengan tulisan. Seorang penulis wanita Indonesia, Helvy Tiana Rosa dalam sebuah acara di Batam pernah mengatakan, “Jika saat kita menulis nanti menghasilkan honor dan kita jadi terkenal itu adalah bonus, yang menjadi poin penting adalah kita mampu mewariskan ilmu yang umurnya lebih panjang dari usia kita. Dan itu merupakan bekal kita nanti saat di akhirat.”

Dari pernyataan tersebut, hal yang penting adalah bagaimana kita mewariskan sebuah ilmu yang mana umur dai ilmu tersebut lebih panjang dari usia kita. Selain itu, tulisan yang terdapat dalam ilmu tersebut bermanfaat di masa depan kita yakni di akhirat. Sudah selayaknya kita mampu mengukir prestasi di dunia dengan menelurkan ilmu yang bermanfaat di dunia dan akhirat. Maka, goresan pena yang terukir dalam sebuah tulisan, tidka hanya sekedar dinikmati dan lenyap begitu saja tanpa membawa perubahan dalam diri manusia, tetapi tulisan dan goresan pena kita mampu merubah masa depan dan bermanfaat baik untuk masa depan di dunia dalam mengarungi kehidupan ini, serta dapat kita rasakan faedah dan mendapatkan ganjaran atau pahala yang terus mengalir untuk kita, yakni berguna untuk timbangan di akhirat kelak.

Masa depan terus kita ukir dengan goresan tulisan, bisa jadi kita akan dikenang di masa depan bahwa kita punya karya dan karya tersebut dapat dinikmati dan mampu mengubah diri seseorang menjadi lebih baik. Ketika mulut kita tidak mampu mengubah perilaku manusia, ketika tindakan kita tidak bisa merubah kebiasaan manusia dari yang sebelumnya tidak baik, maka bisa jadi tulisan yang kita goreskan mampu memnggetarkan jiwa yang paling dalam pada diri manusia, sehingga tersentuh dan membawa perubahan menuju arah lebih baik.

Di akhir tulisan ini, saya akan mengutip sebuah pernyataan dari Imam Al Ghozali, “Jika kau bukan anak raja dan bukan anak ulama, maka menulislah.” Sungguh menulis sangat besar dampaknya dan luas jangkauannya. Jadi, menggores masa depan dengan tulisan adalah besar dampaknya dan luas jangkauannya.

Terima kasih

Achmad Fauzan


 

Profil Penulis

Penulis yang lahir di Kota Pahlawan Surabaya ini, sejak kecil memang hobi membaca. Apapun buku bacaan yang dibelikan orangtuanya, tuntas. Selain hobi membaca, kegemaran dalam memainkan si kulit bundar atau sepak bola sudah menjadi permainan yang disukai hingga sekarang. Ditambah kegemaran dalam mengayuh sepeda. Setiap hari Ahad pagi selalu menyempatkan diri bersepeda ria dengan teman dan komunitasnya. Saat ini mengajar di SMP Ar-Rohmah Boarding School Pesantren Hidayatullah Malang. Tepatnya di Desa Sumbersekar Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Asyik di dunia mengajar, tidak melupakan dalam hal tulis-menulis. Akhirnya, beberapa tulisan pernah dimuat di media dan bahkan dibukukan. Salah satu judul yang cukup menghentak yaitu, “Kelas (bukan) Neraka”, pernah menjuarai di tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Dewan Pendidikan Pesantren Hidayatullah, yang diikuti dari ribuan penulis dan insan pendidikan di bawah organisasi Hidayatullah.

Selain kegemaran dalam olahraga dan membaca, penulis juga akan menelurkan sebuah antologi cerita pendek (cerpen), karya SMP Ar-Rohmah Boarding School kelas IX tahun pelajaran 2019/2020. Antologi cerpen tersebut akan dicetak pada tahun 2020 saat ini. Penulis yang dikaruniai dua anak perempuan yang bernama Rufaidah Izzatul Islamy dan Zahrona Namira Ramadhani ini aktif di beberapa organisasi kepemudaan, baik di wilayah (provinsi) maupun di daerah. Salah satunya menjadi Pengurus WIlayah (PW) Pemuda Hidayatullah Jawa Timur.

 




 

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yogyakarta bersama Keluarga Tercinta

Yogyakarta bersama Keluarga Tercinta Hari Selasa, 1 Juli 2025, adalah hari yang aku tunggu-tunggu sejak lama. Sejak seminggu sebelumnya (set...