Selasa, 01 April 2025

Di balik Badhan ada Obrolan, Ingatan, dan Makanan

 Di Balik Badhan (Lebaran) Ada Obrolan, Ingatan, dan Makanan


Lebaran bukan sekadar tentang kembali ke titik nol, tapi juga perjalanan yang membawa kita ke banyak momen berharga. Ada kebersamaan yang menghangatkan, ada kenangan yang mengusik, dan tentu saja ada hidangan yang selalu dirindukan.


Setiap Idul Fitri, kita selalu menantikan momen mudik. Perjalanan panjang melewati jalanan yang macet, bertemu dengan sesama pemudik yang memiliki tujuan sama—pulang ke kampung halaman. Di setiap perhentian, ada obrolan ringan dengan orang asing yang sering kali terasa akrab. Ada kelelahan yang bercampur semangat, karena setiap kilometer yang dilewati berarti semakin dekat dengan rumah.


Begitu tiba di rumah, pintu-pintu terbuka lebar, menyambut dengan senyum yang tak pernah berubah meski waktu terus berjalan. Saudara, tetangga, teman lama—semua berkumpul dalam satu suasana yang penuh kehangatan. Setiap tahun, obrolan di Hari Raya selalu berulang. Pertanyaan klasik seperti, “Kapan datang?” atau "Gimana di jalan?" kadang terasa klise, tapi tetap menjadi bagian dari tradisi. Namun, di balik tanya-jawab itu, ada perasaan rindu yang tersirat.


Lebaran juga menjadi waktu yang tepat untuk mengenang masa lalu. Ketika kita duduk di teras atau ruang tamu rumah, mengamati anak-anak kecil berlarian dengan baju baru, ingatan tentang masa kecil sendiri menyeruak. 


Kita ingat bagaimana dulu di kala kecil kita juga berlari-lari, mengumpulkan uang dari tangan-tangan yang menyodorkan salam tempel. Bahkan kita teringat bagaimana dulu menunggu giliran untuk mencium tangan orang yang lebih tua yang kini hanya bisa kukunjungi di pusara.


Suguhan yang Tak Tergantikan


Setiap rumah yang dikunjungi punya cerita yang diwakili oleh hidangannya. Ada ketupat sayur dengan opor ayam yang bumbunya khas, rendang daging empuk, kue kering berjejer rapi di toples, menanti untuk dicicipi. Setiap suapan membawa kenangan, rasa yang menghubungkan masa kini dengan masa lalu.


Lebaran bukan hanya tentang perayaan, tapi juga tentang perjalanan, obrolan, ingatan, dan suguhan. Setiap tahunnya, kisah ini selalu terulang, namun selalu memiliki warna yang berbeda. Dan di balik semua itu, ada satu hal yang tak pernah berubah: rasa syukur karena masih bisa berkumpul bersama orang-orang tersayang.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yogyakarta bersama Keluarga Tercinta

Yogyakarta bersama Keluarga Tercinta Hari Selasa, 1 Juli 2025, adalah hari yang aku tunggu-tunggu sejak lama. Sejak seminggu sebelumnya (set...