Minggu, 06 September 2020

Gowes Tahes

 Gowes Tahes



Let’s go, let’s go let’s go

One two three four

Eeny meeny miny moe

Hey let’s go, I’m go

With my fans, with my crew

That could be including you

Yeah it’s fine yeah it’s nice

Day and night I’m riding by

Dst….

Mungkin bagi yang suka hobi bernyanyi, ingat dengan lirik tersebut. Bagaimana tidak, lirik tersebut adalah bercerita tentang bersepeda yang dinyanyikan oleh salahsatu band dari Indonesia, RAN. Masa new normal saat ini, yang telah melewati masa-masa bekerja dan belajar dari rumah, betapa banyak orang melakukan aktivitas di luar rumah. Mengikuti protokol kesehatan adalah langkah pertama untuk tetap beraktivitas di luar rumah. Mulai membiasakan mencuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga jarak. Sehingga aktivitas menjadi lancar. Yang lebih penting juga yakni menjaga asupan makanan dan minuman. Ketika protokol kesehatan dan asupan sudah menjadi perhatian, maka salahsatu hal yang lebih diperhatikan yaitu selalu berolahraga teratur. Beragam olahraga yang saat ini dapat dikerjakan baik di rumah maupun di luar rumah. Mulai yoga, senam, bersepeda, berlari, bermain bola, dan lainnya.

Akhir-akhir ini, kegiatan bersepeda sudah jadi kegemaran masyarakat Indonesia. Hampir di sepanjang jalan, banyak ditemui pesepeda yang berkelompok dengan komunitasnya, tetangganya, atau teman sebayanya. Namun, tidak sedikit juga di antara mereka bersepeda mandiri alias sendirian. Tidak dipungkiri, di saat sendirian itulah, didapati pesepeda yang lainnya. Sehingga, mereka saling menyapa, mengenal, dan bersepeda bareng. Bersepeda tidak mengenal usia dan jenis kelamin. Dijumpai dari usia dini (TK), SD, SMP, SMA, mahasiswa, bahkan orang lanjut usia pun tidak ketinggalan untuk mengayuh sepeda bersama-sama. Tren bersepeda saat ini sudah menjamur di jalan raya. Baik di perkotaan maupun di pedesaan. Apalagi jika di akhir pekan, maka para pesepeda seperti menikmati jalanan hanya untuk mereka sendiri, dikarenakan begitu banyaknya pesepeda yang melintasi jalan raya.

Bersepeda merupakan kegiatan yang menyenangkan sekaligus menyehatkan. Sepeda bisa dikatakan sebagai alat transportasi darat yang murah, praktis, dan mudah dikendarai. Banyak yang memanfaatkan sepeda untuk pergi ke kantor, sekolah, pasar, petualang, dan lain-lain. Sepeda juga ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan bakar minyak sehingga tidak menimbulkan polusi. Selain itu, dengan bersepeda juga dapat menjaga dan meningkatkan kesehatan tubuh kita.

Bersepeda juga dapat mengencangkan otot-otot tubuh. Bersepeda tidak hanya melibatkan bagian kaki saja. Bahkan, banyak orang yang menganggap bersepeda hanya dapat mengencangkan otot-otot bagian betis dan paha saja. Namun sebenarnya, bersepeda merupakan latihan fisik yang hampir melibatkan setiap bagian tubuh. Selain memperkuat otot-otot bagian kaki dan paha, bersepeda secara rutin juga akan mengencangkan otot-otot bagian belakang, pinggul, dan lengan.



Jika bersepeda secara rutin, kesehatan jantung kita akan tetap terjaga. Selama bersepeda, jantung berdetak lebih cepat dari biasanya. Efek positif terhadap jantung ini tentunya juga akan membawa efek-efek positif lainnya seperti melancarkan peredaran darah dan oksigen. Dengan demikian kita bisa terhindar dari munculnya gangguan-gangguan yang berkaitan dengan jantung dan peredaran darah dalam tubuh. Salah satu pilihan yang bijak untuk menjaga stamina dan daya tahan tubuh adalah dengan bersepeda. Bersepeda secara rutin dapat meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh. Hal ini akan membuat kita selalu bugar dan berenergi setiap harinya. Bersepeda juga merupakan olahraga yang dapat membakar kalori dalam tubuh. Oleh karena itu, bersepeda dapat menurunkan berat badan. Timbunan lemak-lemak dalam tubuh kita yang menyebabkan kegemukan akan terbakar dan lambat laun akan hilang. Tubuh kita pun akan kembali ideal. Namun, dengan catatan jika kegiatan bersepeda ini dilakukan secara rutin dan mengonsumsi makanan yang menyehatkan badan. Jangan sampai ketika bersepeda bersama keluarga dan teman, di saat istirahat yang kita konsumsi tidak terkontrol. Misal, di perjalanan melihat makanan dan minuman, langsung menikmati tanpa ada kontrol dari diri kita. Sementara, ketika mengayuh sepeda hanya dilakukan sebulan sekali serta jarak tempuh cukup pendek. Bersepedalah yang rutin untuk menjaga kesehatan tubuh kita.

Manfaat bersepeda lainnya adalah mengurangi stress. Seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa bersepeda merupakan kegiatan olahraga yang menyenangkan. Bersepeda memberikan hiburan tersendiri bagi kita. Pada waktu pagi dan sore hari untuk bersepeda sambil melihat-lihat indahnya pemandangan dan suasana sekitar cukup efektif untuk mengurangi stress. Ditunjang dengan sepeda yang prima, fisik yang sehat, dan pemandangan alam yang memesona, maka tubuh menjadi bugar, segar, dan fresh.



Bersepeda itu menyenangkan. Gowes Tahes (bahasa Malangan walikan, sehat). Bersepeda itu menyehatkan. Ayo Gowes Sam. (Ozan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yogyakarta bersama Keluarga Tercinta

Yogyakarta bersama Keluarga Tercinta Hari Selasa, 1 Juli 2025, adalah hari yang aku tunggu-tunggu sejak lama. Sejak seminggu sebelumnya (set...