Menjadikan Pesantren
sebagai Solusi
Ada sebuah kalam
dari salah satu sahabat Umar ibnu Khattab yakni إِنَّ فِى الْعُزْلَةِ رَاحَةً مِنْ خُلَطَاءِ السُّوْءِ artinya sesungguhnya di dalam uzlah itu
menentramkan hati dari pada bergaul dengan orang yang tidak baik tingkah
lakunya. Akhir-akhir ini pergaulan di masyarakat apalagi yang didominasi anak
muda adalah jauh dari pada nilai-nilai Islami. Bagaimana pergaulan anak zaman
milenial sudah semakin tidak terkontrol. Ditambah lagi dengan tayangan-tayangan
yang kurang mendidik. Sebagai contoh pergaulan bebas antara laki-laki dan
perempuan tanpa batas dan usia. Sejak SMP bahkan SD, anak zaman sekarang sudah
mengenal istilah pacaran. Sudah berani menyatakan rasa sayangnya kepada orang
lain dengan dilandasi nafsu. Belum lagi ketika kita menyaksikan di beberapa
media cetak maupun elektronik, tawuran antar pelajar bahkan antar sekolah, yang
lebih ngeri lagi adalah sudah teracuni dengan barang haram yang telah dilarang
di negeri ini yakni Narkoba. Dari beberapa contoh di atas, orang tua dan
pendidik dibuat pusing tujuh keliling dengan penanganan hal-hal semacam itu.
Media sosial
turut membantu bagaimana menyebarkan konten-konten yang sama sekali tidak
bermanfaat. Mulai video porno, youtube yang penuh dengan acara prank, dan lain
sebagainya. Beragam permasalahan tersebut acapkali disikapi dengan acuh tak
acuh. Seringkali keluhan orang tua atau pendidik manakala anak usia dini sudah
dipegangi yang namanya HP (Hand Phone). Alat canggih yang selalu tidak
terlupakan untuk dibawa kemana-mana. Harga yang cukup terjangkau oleh semua
kalangan sudah dilengkapi berbagai fitur dan aplikasi yang mendukung. Sudah
tidak zamannya lagi, ketika anak tidak menggunakan HP. Di berbagai tempat dan
waktu, kita mendapati anak kecil ramai-ramai mojok menggunakan HP dan asyik dengan sendirinya. Ada yang bermain
game dengan beragam permainan yang ada baik game
online atau game offline, atau
mereka asyik berselancar ke youtube yang menghadirkan tayangan apa saja yang
kita inginkan. Tanpa control dan sikap tidak peduli dari sebagian orang tua
tatkala anak tidak mengganggu aktivitas orang tua, maka jalan satu-satunya
adalah memberikan dan memfasilitasi HP. Tayangan, acara, dan beragam konten
yang ada di youtube, dengan mengetik apa yang kita inginkan, maka muncul video
yang kita harapkan.
Inilah makna
bagaimana beruzlah dari pada bergaul dengan yang tidak baik tingkah lakunya.
Bagaimana caranya? Cara terbaik yakni ketika anak diberikan sebuah
tanggungjawab dan aktivitas yang mendukung untuk mengembangkan kreativitasnya.
Tidak sekedar menghabiskan waktu dengan teman-temannya dengan kegiatan tanpa
manfaat, tapi memanfaatkan waktu sedemikian rupa untuk terus mengasah mental
dan rohani. Mengembangkan bakat dan minat melalui kegiatan sekolah, mengaji dan
menghafal Quran serta memahami makna yang terkandung di dalamnya, serta belajar
dengan terstruktur di sekolah. Inilah yang ditawarkan oleh LPI Ar-Rohmah
Pesantren Hidayatullah Malang. Kesempatan baik tidak terbuang percuma, maka
keluhan dan permasalahan orang tua yakni bagaimana anaknya menjadi orang yang
bermanfaat di sekitarnya dan untuk masa depannya bahkan bisa menghindarkan dari
siksa api neraka. Waktu sedemikian rupa yang tersusun rapi di pesantren serta
kegiatan yang mendukung kreativitas anaknya, menjadikan ketenangan bagi
orangtua masa kini. Lantas apa yang ditawarkan oleh pesantren yang berlokasi di
ujung Kabupaten Malang berbatasan dengan Kota Wisata Batu ini? Kesempatan kali
ini, kami akan mengutip apa yang disampaikan oleh Pembina LPI Ar-Rohmah Ust.
Dr. ali Imron, M.Ag. yakni, menjadikan pesantren sebagai solusi. Apa solusi
yang ditawarkan? Melalui lembaga pendidikan SMP-SMA Ar-Rohmah Pesantren
Hidayatullah Malang, hadir memberikan solusi bagi orangtua di masa milenial,
yakni:
1. Adab dan akhlak
Sebagaimana pada tulisan di atas tadi, seringkali
kita jumpai ketika anak sedang asyik bersama teman-temannya dan berselancar di
dunia maya, kita dapati bahwa anak tersebut pada dasarnya menikmati kebersamaan
dan saling mempercayai dengan temannya dibandingkan menyelesaikan permasalahan
kepada orangtuanya. Sehingga ketika kebersamaan dan saling percaya ke sesama
teman yang dipengaruhi oleh HP, maka hilanglah kebersamaan dengan orangtua dan
keluarga. Sikap acuh dan tepo seliro yang senantiasa dijaga orangtuanya turun
temurun seakan sirna tatkala perkataan dan tindak tanduk anaknya tidak
sekalipun menunjukkan adab dan akhlak yang baik. Ketika memanggil orangtua atau
orang yang lebih tua dengan panggilan yang tidak sesuai nama bahkan seringkali
panggilan bro dan sebagainya. Atau tatkala anak melewati di depan orangtua/orang
yang lebih tua, tanpa sungkan dan ucapan permisi lagi, bahkan ada yang lari
sekencang-kencangnya walaupun jarak yang cukup dekat dengan mereka. Inilah yang
ingin ditawarkan pesantren untuk menjaga adab dan akhlak yang diwarisi oleh
para Nabi dan ulama agar terus terus terjaga. Maka hal penting adalah ketika
menanamkan adab dan akhlak sejak dini sebelum menuntut ilmu. Maka, adab perlu
dipahamkan, dicontohkan, dan dibiasakan.
2. Tahfidz Al Quran
Al Quran adalah kitab suci bagi umat Islam. Al Quran berisi petunjuk untuk hidup manusia.
Menghafal al Quran termasuk ibadah sebagai tujuan hidup dalam Islam jika
dilakukan ikhlas karena Allah dan bukan untuk mengharapkan pujian di dunia
sebagaimana fungsi al Quran dalam kehidupan dan keajaiban al Quran di dunia.
Bahkan salah satu ciri orang yang berilmu menurut
standar al Quran, adalah mereka yang memiliki hafalan al Quran sebagai cara dan
bentuk manfaat membaca al Quran setiap hari . Allah berfirman, “Bahkan, Al
Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata, yang ada di dalam dada orang-orang yang
diberi ilmu.” (QS. al-Ankabut: 49). Di SMP-SMA Ar-Rohmah menawarkan pendidikan
integral yang memadukan antara pendidikan Agama yang didesain dengan mengacu
Sistematika Wahyu dari Hidayatullah sekaligus pendalaman Al Quran dan
menghafalkannya serta pendidikan Nasional (Diknas). Maka keseharian anak selain
belajar pelajaran umum yang ada di sekolah, mereka kembali ke asrama untuk
belajar mendalami al Quran dan menghafalkannya. Dengan target 30 Juz untuk
kelas Takhasus, 15 juz untuk kelas tahfidz, dan 5 juz untuk kelas regular.
3. Dasar bahasa asing
Ketika memasuki masa 4.0 seperti saat ini, kita
dihadapkan pada kemajuan teknologi dan kemampuan berbahasa. Maka, SMP-SMA
Ar-Rohmah menawarkan pendidikan integral yang terpadu antara pendidikan agama,
pendidikan nasional, dan mengembangkan dengan menggunakan bahasa asing. Hal ini
penting sebagai dasar dalam mengarungi peradaban masa depan. Jika mampu
menguasai bahasa, maka diharapkan mampu bersaing di dunia pendidikan, usaha,
dan lain sebagainya. Program bahasa asing yang diterapkan di SMP-SMA Ar-Rohmah
diharapkan dapat memacu untuk terus bersaing. Adapun program bahasa asing,
diaplikasikan di sekolah dengan menggunakan bahasa Inggris, sementara
pendalaman bahasa Arab di asrama.
4. Matrikulasi mata pelajaran
Apa itu matrikulasi? Program matrikulasi
diartikan sebagai kegiatan pemenuhan kompetensi peserta didik agar kesenjangan
antara muatan/substansi dan pengalaman belajar (learning experience) dari
kurikulum yang berbeda dapat dipenuhi sesuai dengan kompetensi yang harus
dipenuhi. Artinya, mata pelajaran yang memenuhi subtansi dan pengalaman belajar
lebih diutamakan dan tidak menafikan mata pelajaran yang lainnya. Sehingga anak
lebih focus untuk belajar yang diharapkan dapat memenuhi apa yang diinginkan
untuk pembelajaran yang akan dating sesuai dengan komptensi yang dimiliki.
Adapun
matrikulasi pelajaran yang ada di SMP-SMA Ar-Rohmah yakni mata pelajaran yang
mengacu akan kompetensi siswa sekaligus mengasah mental spiritualnya. Maka
pendalaman mata pelajaran sangat penting untuk memacu siswa lebih intens.
Demikian beberapa hal yang ditawarkan oleh LPI Ar-Rohmah Pesantren
Hidayatullah melalui program pendidikan yang ada yakni SMP-SMA Ar-Rohmah. Anak
didik tidak hanya diajarkan mata pelajaran yang umum diajarkan di sekolah,
tetapi juga diajarkan dan pendalaman bahasa asing yang intens serta mendapatkan
pembelajaran yang menitikberatkan mental spiritual melalui kegiatan-kegiatan
yang ada di pesantren. Life skills diasah sedemikian rupa dengan tidak
melupakan ruhani, perpaduan yang sangat dibutuhkan bagi anak didik untuk
mengarungi masa depan. Maka, pesantren sebagai solusi untuk orangtua adalah
solusi yang terbaik untuk saat ini. Di Ar-Rohmah anak akan dididik menjadi anak
yang Takwa, Cerdas, dan Mandiri. (Ozan)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar